Good Mood

kuntawiaji:

"Andai kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang pertama kali akan membunuhnya." (Ali bin Abi Thalib)
Sore kemarin, IGD RSUD Dompu kedatangan sebuah ambulans puskesmas. Pengendaranya adalah seorang polisi. Setelah polisi tersebut turun diikuti oleh orang-orang lain di belakangnya, tampak pasien yang dibawanya adalah seorang bayi. 
"Ini pasien ga ada keluarganya. Kami sudah koordinasi dengan pak direktur (RSUD) untuk dirawat di sini dengan alasan kemanusiaan," ujar Bapak D, polisi tersebut.
"Nama bayinya A, Pak? Kok bisa ga ada keluarganya?" tanya saya sambil melihat data diri pasien di surat rujukan puskesmas.
"Itu bayi selama ini ya ga ada namanya. Nama A itu kami yang bikin aja," jawab Bapak D.
Bapak D kemudian bercerita bahwa bayi A dibawa ke kantor brimob oleh sekelompok warga desa K karena tidak ada yang merawatnya. Diketahui ayah bayi A kabur, sedangkan ibunya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Menurut laporan warga, nenek bayi A tinggal di desa R. Setelah mengetahui hal tersebut, polisi bersama warga mendatangi rumah nenek bayi A untuk meminta si nenek merawat si bayi. Namun, si nenek ternyata menolak untuk merawat bayi A karena dikatakan cacat oleh si nenek. Memang, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi A menderita gizi buruk, hidrosefalus, hernia umbilikalis, dan defisiensi vitamin A berat.
"Neneknya sampai pengen masukin bayi ini ke karung, Dok," ujar salah seorang warga desa R yang merupakan tetangga nenek bayi A.
"Ya, makanya kami mengantar ke sini karena alasan kemanusiaan. Si nenek sampai bilang kalau perlu bayi ini dibunuh aja atau dibuang ke hutan," tambah Bapak D.
Berdasarkan pembicaraan saya dengan para pengantar pasien diketahui ternyata ibu bayi A pergi menjadi TKW sesaat setelah ia melahirkan. Selama 18 bulan ini, bayi A diasuh oleh ayahnya. Kemudian, perang warga antara desa K dan desa Rd yang sempat terjadi beberapa waktu lalu memaksa ayah bayi A untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejaran musuh. Jadilah beberapa hari terakhir bayi A terlantar. Kondisi fisik bayi A yang tidak dirawat dengan baik sejak ia lahir membuat si nenek menganggap si bayi adalah sumber kesialan dan layak untuk dibunuh.
Kemiskinan menjadi sumber semuanya. Kemiskinan membuat ibu bayi A terpaksa mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Kemiskinan membuat bayi A tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya. Kemiskinan melahirkan kebodohan yang membuat nenek bayi A menganggap si bayi adalah malapetaka. Kemiskinan dan kebodohan saling terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya perang warga antara desa K dan desa Rd.
Kemiskinan menjadi hal yang absurd untuk dibicarakan di negara ini, setidaknya bagi saya pribadi. Tulisan tentang kemiskinan ini ditulis oleh saya yang makan enak setiap saat, tidur nyenyak setiap hari, dan sering jalan-jalan menghabiskan uang. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar memahami kemiskinan karena kita melihatnya dari luar, dari jauh. Kita tidak mampu memahami sikap, perilaku, dan pemikiran orang-orang para pelaku kemiskinan karena kita tidak pernah benar-benar merasakan apa yang mereka alami. Bayi A hanyalah satu korban dari kemiskinan yang nantinya akan terlupakan seperti halnya kasus kemiskinan-kemiskinan lain yang tidak terungkap di negara ini.
Foto: Bayi A
Jun 16

kuntawiaji:

"Andai kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang pertama kali akan membunuhnya." (Ali bin Abi Thalib)

Sore kemarin, IGD RSUD Dompu kedatangan sebuah ambulans puskesmas. Pengendaranya adalah seorang polisi. Setelah polisi tersebut turun diikuti oleh orang-orang lain di belakangnya, tampak pasien yang dibawanya adalah seorang bayi. 

"Ini pasien ga ada keluarganya. Kami sudah koordinasi dengan pak direktur (RSUD) untuk dirawat di sini dengan alasan kemanusiaan," ujar Bapak D, polisi tersebut.

"Nama bayinya A, Pak? Kok bisa ga ada keluarganya?" tanya saya sambil melihat data diri pasien di surat rujukan puskesmas.

"Itu bayi selama ini ya ga ada namanya. Nama A itu kami yang bikin aja," jawab Bapak D.

Bapak D kemudian bercerita bahwa bayi A dibawa ke kantor brimob oleh sekelompok warga desa K karena tidak ada yang merawatnya. Diketahui ayah bayi A kabur, sedangkan ibunya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Menurut laporan warga, nenek bayi A tinggal di desa R. Setelah mengetahui hal tersebut, polisi bersama warga mendatangi rumah nenek bayi A untuk meminta si nenek merawat si bayi. Namun, si nenek ternyata menolak untuk merawat bayi A karena dikatakan cacat oleh si nenek. Memang, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi A menderita gizi buruk, hidrosefalus, hernia umbilikalis, dan defisiensi vitamin A berat.

"Neneknya sampai pengen masukin bayi ini ke karung, Dok," ujar salah seorang warga desa R yang merupakan tetangga nenek bayi A.

"Ya, makanya kami mengantar ke sini karena alasan kemanusiaan. Si nenek sampai bilang kalau perlu bayi ini dibunuh aja atau dibuang ke hutan," tambah Bapak D.

Berdasarkan pembicaraan saya dengan para pengantar pasien diketahui ternyata ibu bayi A pergi menjadi TKW sesaat setelah ia melahirkan. Selama 18 bulan ini, bayi A diasuh oleh ayahnya. Kemudian, perang warga antara desa K dan desa Rd yang sempat terjadi beberapa waktu lalu memaksa ayah bayi A untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejaran musuh. Jadilah beberapa hari terakhir bayi A terlantar. Kondisi fisik bayi A yang tidak dirawat dengan baik sejak ia lahir membuat si nenek menganggap si bayi adalah sumber kesialan dan layak untuk dibunuh.

Kemiskinan menjadi sumber semuanya. Kemiskinan membuat ibu bayi A terpaksa mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Kemiskinan membuat bayi A tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya. Kemiskinan melahirkan kebodohan yang membuat nenek bayi A menganggap si bayi adalah malapetaka. Kemiskinan dan kebodohan saling terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya perang warga antara desa K dan desa Rd.

Kemiskinan menjadi hal yang absurd untuk dibicarakan di negara ini, setidaknya bagi saya pribadi. Tulisan tentang kemiskinan ini ditulis oleh saya yang makan enak setiap saat, tidur nyenyak setiap hari, dan sering jalan-jalan menghabiskan uang. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar memahami kemiskinan karena kita melihatnya dari luar, dari jauh. Kita tidak mampu memahami sikap, perilaku, dan pemikiran orang-orang para pelaku kemiskinan karena kita tidak pernah benar-benar merasakan apa yang mereka alami. Bayi A hanyalah satu korban dari kemiskinan yang nantinya akan terlupakan seperti halnya kasus kemiskinan-kemiskinan lain yang tidak terungkap di negara ini.

Foto: Bayi A

Malam…

Kamu,

Pernah ngerasain apa yang gue rasain gak? Pengen keluar dari diri sendiri gitu. Ah pengen. Bingung ya. Mmmm gue gak kecewa atau sedih sama diri ini. Cuma kaya pengen nge-ekspresiin sisi lain dari diri ini aja. Terkadang sedih aja ketika ada orang lain nilai gue tuh mmmmmm yang  ”sebegitu-nya” kata mereka, ih kasian banget sih lo sok tau gitu sih nilai gue :(

Kamu,

Apa emang selama ini gue pura-pura gitu ya? Maksudnya ya gue gak jadi sejadi jadinya diri gue sendiri. ————tapi ngga kok

Jadi, apa kamu pernah ngerasain hal ini?

Apr 10
11 April 2014

Pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan, tidak akan pernah menjadi jawaban bukan?

Lalu mengapa kamu tidak menanyakan semua hal yang mengisi kepalamu? Terdiam. Berbicara penuh sesak di dalam hati. Berharap mereka mendengar, mengerti?

Aku sulit.

Mar 10
10 Maret 2014
Feb 27

bowlofcherrieees:

pbsparents:

Paper. All these dresses are made of PAPER. Here are ten, but find the rest here. 

SUPER CUTEEEEEEE

Feb 23

gynocraticgrrl:

"It’s not anything inherent in the human psyche to judge people based upon their skin color, there’s nothing in our DNA that suggest that one shade of color is superior or inferior to another. But it’s all a politically and sociologically determined phenomenon." - Dr. Ronald Boutelle, Ph.D., Psy.D, Psychologist

Documentary: Dark Girls (2011)

(Source: exgynocraticgrrl, via philosobear)

Hanya untuk didengarkan lalu dirasakan. Tak perlu berbagi. Dan kamu mengerti kamu.

Feb 23
Suara Hatimu

Dear you, Mutia. Why you so serious? :(

Oct 28
One way

Terima kasih

Sep 12
.

Jadikanlah kami alasan bagi mereka yang kami sayangi untuk tetap tersenyum dan bertahan dalam hidupnya.. Ampuni kami, sayangi kami.

Aug 29
..
Aug 15

(via picsandquotes)

picsandquotes:

More Awesome Posts here!
Jul 10

picsandquotes:

More Awesome Posts here!

(via picsandquotes)

Jun 6

fujiapri:

I MISS U ALL 

Jun 4

flytoolympus:

cundaningsih:

berlarian:

muhammadakhyar:

GILA!

Sungguh cetar!

wow

Merinding

(Source: iraffiruse, via bowlofcherrieees)

Kurasa masa lalu tidak memintaku untuk menoleh. Masa lalu memahamiku.. Namun ada yang salah, secercah molekul di dalam hati.. Entah dia menginginkan apa, dia tidak berbicara, tidak tahu kenapa.. Ya di titik itu, entahlah

Jun 3
Halo, Selamat Malam
May 18

engkaulahirkarenaallah:

ridhoferd:

Its Sunnah… :)

:)

(Source: ash-sham, via heihonnah)